Manado, Intensnews.com – Banjir bandang yang terjadi di beberapa titik wilayah di Siau, Kabupaten Sitaro, Kepulauan Sangihe menyebabkan kerusakan parah beberapa bangunan dan korban jiwa.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dari Daerah Pemilihan (Dapil) Nusa Utara, Toni Supit, di depan awak media mengatakan bahwa dirinya telah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

“Terkait koordinasi dan bantuan, saya telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait di Siau, termasuk partai dan DPRD Kabupaten Sitaro untuk menyalurkan bantuan di dapur umum dan bantuan yang disalurkan yang diutamakan adalah bahan makanan beras dan supermi, selain itu kasur dan pakaian,” jelas Toni Supit, legislator PDI-P.

Lanjutnya lagi mengatakan bahwa banjir bandang yang terjadi akibat adanya aktivitas Gunung Karangetang, yang mana material vulkanik menumpuk di leher gunung dan saat musim hujan tiba, material tersebut terbawa air hujan sehingga menimpa rumah-rumah penduduk.

Dia pun terus melakukan koordinasi berkelanjutan untuk memastikan kebutuhan masyarakat yang terdampak banjir bandang terpenuhi oleh gotong royong. Beberapa wilayah yang terdampak banjir bandang ini adalah Siau Timur dan Siau Barat Selatan, beberapa kampung mengalami kerusakan rumah yang berat dan jalan-jalan putus.

“Penanganan kerusakan jalan dan rumah memerlukan alat berat dan sedang dalam proses penanganan,” ungkapnya.

Toni Supit mengimbau agar masyarakat untuk tetap waspada dan tidak lengah, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi, khususnya pada malam hari, masyarakat harus siap untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman jika melihat kondisi yang mengkhawatirkan.

Di tempat terpisah, Gubernur Yulius Selvanus bersama personil bantuan dari kepolisian dan TNI menggunakan kapal dan sudah tiba di Siau.(lina)