Manado, Intensnews.com – PT Meares Soputan Mining-Tambang Tondano Nusajaya dan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) provinsi Sulawesi Utara (Sulut) kembali dipertemukan dengan masyarakat Kelurahan Pinasungkulan, Kecamatan Ranowulu yang terdampak aktivitas blasting dan pembukaan akses jalan baru yang diblokir oleh warga setempat.
Pertemuan ini di fasilitasi oleh komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut, dan dilaksanakan di ruang serbaguna lantai 3 gedung rakyat Sulut, pada hari ini Senin (4/5/2026).
Pada kesempatan itu pihak PT MSM TTN menyatakan sikap dalam mempertanggungjawabkan apa yang dialami warga akibat adanya kegiatan blasting dari PT MSM TTN. Berikut poin – poin yang akan dilakukan PT MSM TTN untuk masyarakat terdampak, :
Yang pertama adalah bagaimana jalan itu dapat segera dimanfaatkan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya karena PT MSM TTN dalam posisi yang sudah setuju dengan permohonan pembicaraan dengan balai jalan untuk memperbaiki jalan yang sudah longsor.
“Nah, pada saat kami memperbaiki jalan itu, ada masyarakat yang terdampak. Jadi bapak – bapak dan teman – teman dari csr juga tentu tidak menutup mata melihat bahwa selama proses perbaikan 4 bulan itu ada terdampak, nah, itu kita akan buat perhatian kepada masyarakat yang terdampak kalau kita harus memperbaiki jalan tersebut,” kata Presiden Direktur (Presdir) David Sompie
Kedua, memperhatikan karena masyarakat ini adalah masyarakat yang terdampak karena pindah kampung, seperti yang disampaikan oleh anggota dewan tadi, bahwa perlu ada perhatian untuk masyarakat ini karena pindah dari tempat yang sekarang ke tempat yang lain dan itu pihak PT MSM sudah ada programnya,
“Kami juga memperhatikan apa yang masyarakat Pinasungkulan keluhkan tentang dampak dari blasting, kami mengerti dan menyadari bahwa blasting yang dilakukan oleh PT MSM TTN tentu punya dampak. Nah, mulai dari sekarang ini dan sementara dilakukan, kita akan melakukan survei menyeluruh ke rumah – rumah warga yang terdampak blasting dan survei itu akan senantiasa dilakukan sebagai data base sekarang untuk melihat kalau ke depan memang ada rusak, ya kita akan bertanggung jawab terhadap itu, kami menyadari bahwa masyarakat di Tinerungan Pinasungkulan adalah masyarakat yang pertama-tama dengar kalau ada blasting, ada pekerjaan malam, kami mengerti dan teman-teman dari csr kemudian telah melakukan berbagai program untuk pendekatan,” jelasnya
Lanjutnya lagi mengatakan bahwa pihaknya mengerti bahwa masyarakat tidak semua masyarakat puas dengan harga yang ditawarkan, harga negosiasi.
“Namun PT MSM tidak akan pernah berhenti untuk membujuk supaya mereka mengerti dan kami terus melakukan pendekatan – pendekatan dengar warga yang terdampak dan semoga pendekatan kami ini dapat diterima oleh warga,” pungkas David Sompie.(Lina)


Tinggalkan Balasan