MANADO, Intensnews.com – Srikandi Forum Wartawan DPRD (FORWARD) Sulawesi Utara (Sulut), Deasy Holung, tampil sebagai bintang dalam lomba Orasi Kerakyatan yang menjadi salah satu rangkaian kegiatan FORWARD MERDEKA dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia di DPRD Sulut, Selasa (18/08/2026) kemarin.
Deasy berhasil menjadi yang terbaik setelah menyisihkan 11 peserta lainnya yang berasal dari unsur anggota DPRD Sulut maupun jurnalis yang sehari-hari meliput aktivitas di Gedung Cengkih DPRD Sulut.
Penampilan Deasy mencuri perhatian sejak awal. Dengan gaya orasi yang tegas, intonasi yang pas serta artikulasi yang jelas, ia mampu membangun suasana dan menyampaikan pesan kerakyatan secara kuat di hadapan para peserta, penonton serta dewan juri.
Mengangkat tema tentang perjuangan terhadap perempuan dan anak, Deasy menyuarakan pentingnya penghentian kekerasan terhadap perempuan dan anak di Sulut.
“Hidup kaum perempuan! Hidup perempuan Sulawesi Utara! Selama darah ini mengalir, perjuangan terhadap kaum perempuan dan anak tidak akan pernah berhenti,” tegas Deasy dalam orasinya yang langsung mendapat respons peserta.
Ia kemudian mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak pernah berhenti menyuarakan perlindungan terhadap perempuan dan anak.
“Jangan pernah berhenti. Karena di luar sana, di sekitar kita, mungkin ada yang menjadi korban,” serunya.
Menurut Deasy, momentum FORWARD MERDEKA yang digelar di Gedung Cengkih DPRD Sulut menjadi ruang penting untuk mengetuk hati para wakil rakyat, khususnya para perempuan yang duduk sebagai anggota DPRD Sulut.
“Hari ini kita ada di sini, di Gedung Rakyat, gedung milik kita sendiri, untuk mengetuk hati para wakil rakyat kita, terlebih para srikandi-srikandi Gedung Cengkih,” katanya.
Deasy juga menyampaikan bahwa dirinya merupakan bagian dari sekitar 1,2 juta perempuan di Sulut yang berharap persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak mendapat perhatian serius.
“Saya mungkin satu dari 1,2 juta perempuan Sulut ingin menyampaikan bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak lagi boleh terjadi,” tegasnya.
Ia menilai, kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan persoalan sosial dan hukum yang membutuhkan perhatian berkelanjutan. Penanganannya tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah dan aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Raymond Legi Posisi Kedua
Sementara itu, posisi kedua dalam lomba Orasi Kerakyatan diraih anggota FORWARD Sulut lainnya, Raymond Legi.
Raymond juga tampil dengan kekuatan argumentasi dan gaya penyampaian yang mampu menarik perhatian dewan juri.
Berlakon layaknya mahasiswa yang sedang turun ke jalan maupun gedung rakyat, Raymond Legi bersama pendukungnya berhasil mencuri perhatian dewan juri dengan narasi orasi yang emosional.
Sedangkan posisi ketiga ditempati Plh Kabag Umum Sekretariat DPRD Sulut, Justman Entjaurau.
Hasil tersebut menambah warna dalam rangkaian FORWARD MERDEKA yang tidak hanya menjadi ajang hiburan dan perlombaan, tetapi juga menjadi ruang bagi warga DPRD Sulut untuk menyampaikan gagasan, kritik serta pesan-pesan kerakyatan.
Kemenangan Deasy sekaligus menegaskan kiprah jurnalis perempuan dalam menyuarakan isu-isu publik. Bukan sekadar menjadi penyampai informasi, Deasy menunjukkan bahwa seorang jurnalis juga dapat berdiri di podium dan menyuarakan keberpihakan terhadap kelompok yang membutuhkan perhatian.
Deasy Holung pun membuktikan dirinya bukan hanya Srikandi FORWARD Sulut, tetapi juga seorang orator ulung yang mampu menghidupkan suara perempuan di Gedung Rakyat.


Tinggalkan Balasan