MANADO, IntensNews.com -Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar rapat paripurna dalam rangka pengambilan keputusan terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Tahun Anggaran (T.A) 2025, dan Penyampaian / Penjelasan Gubernur terhadap Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Provinsi Sulut T.A 2027, serta Penyampaian / Penjelasan Gubernur terhadap Ranperda tentang Penanggulangan Kejadian Luar Biasa dan Wabah Penyakit Luar Biasa dan Wabah Penyakit Menular, sekaligus Pemandangan Umum Fraksi terhadap Ranperda tersebut serta tanggapan dan/atau Jawaban Gubernur terhadap Pemandangan Umum Fraksi.
Rapat paripurna yang digelar di ruang rapat paripurna, lantai 2 gedung DPRD Sulut, dibuka secara langsung oleh ketua DPRD Sulut, dr. Fransiscus Andi Silangen, Sp.B., KBD.
Dalam sambutannya, Fransiscus mengatakan bahwa rapat paripurna yang digelar pada hari ini, Selasa (14/7/2026) sesuai dengan amanat peraturan DPRD provinsi Sulut Nomor 1 Tahun 2021 tentang tata tertib DPRD Sulut pasal 107 ayat 1 huruf b bahwa rapat paripurna harus memenuhi forum bila dihadiri 2/3 dari jumlah anggota DPRD untuk menetapkan Peraturan Daerah (Perda), dan dari 45 anggota dewan, saat ini sudah hadir sebanyak 30 anggota DPRD Sulut, dengan demikian rapat paripurna telah memenuhi forum.
Pada kesempatan tersebut, Fransiscus Silangen mengucapkan selamat serta memberikan apresiasi yang setinggi – tingginya kepada pemerintah provinsi Sulut, dalam hal ini Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE., atas keberhasilan meraih gelar Juara Umum pada Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) nasional XIV tahun 2026 yang diselenggarakan di Provinsi Papua Barat.
“Prestasi yang membanggakan ini, merupakan wujud nyata dari komitmen, kerja keras, pembinaan yang berkelanjutan, serta sinergi yang baik antara pemerintah daerah, lembaga keagamaan, pelatih, dan seluruh peserta yang telah mengharumkan nama Provinsi Sulut di tingkat nasional,” ucap Fransiscus Silangen.
Ia pun berharap kedepannya keberhasilan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut dapat menjadi inspirasi untuk terus memajukan pembangunan di bidang keagamaan, seni budaya, dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkarakter, serta semakin memperkokoh citra provinsi Sulut, sebagai daerah yang rukun, religius, dan berprestasi.
“Kami juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pemerintah Provinsi Sulut atas capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2025 yang meningkat menjadi 76,32 dari 75.68 pada tahun sebelumnya, capaian tersebut menempatkan Sulut pada peringkat ke 9 secara nasional sekaligus menjadikan Sulut dengan indeks pembangunan manusia tertinggi di Pulau Sulawesi,” lugasnya.
Prestasi ini merupakan indikator nyata bahwa berbagai kebijakan dan program pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) mulai menunjukkan hasil yang positif, peningkatan kualitas layanan pendidikan, layanan kesehatan, serta upaya yang memperkuat kesejahteraan masyarakat yang telah memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat Sulut secara berkelanjutan.
“Kami meyakini bahwa capaian ini tidak terlepas dari sinergi yang baik antara pemerintah provinsi Sulut, DPRD Sulut, pemerintah Kabupaten/Kota, Dunia Usaha, Akademisi, serta seluruh elemen masyarakat yang bersama – sama berkomitmen membangun daerah. Oleh karena itu, prestasi ini patut disyukuri sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan efektivitas pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat,” ujarnya lagi.
Lanjutnya lagi bahwa tantangan pembangunan ke depannya akan semakin kompleks. Oleh sebab itu, dia pun lanjut berharap agar capaian yang telah diraih tidak menjadikan berpuas diri atau merasa bangga, melainkan menjadi pemacu semangat untuk terus melakukan inovasi, memperkuat pemerataan akses dan kualitas pendidikan, meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau, memperluas kesempatan kerja, mengurangi kesenjangan antar wilayah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Semoga keberhasilan ini menjadi fondasi yang semakin kokoh dalam mewujudkan Sulut yang maju, sejahtera, berdaya saing, dan memiliki SDM yang unggul, sehingga mampu memberikan kontribusi yang semakin besar bagi kemajuan bangsa dan negara,” tutup ketua DPRD Sulut, Fransiscus Andi Silangen.


Tinggalkan Balasan