Manado, Intensnews.com – Gubernur provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus (YSK) dan Wakil Gubernur Sulut, Dr. Johannes Victor Mailangkay, SH, MH terlihat menghadiri perayaan Hari Buruh.
Perayaan Hari Buruh (May Day) 2026 yang digelar di Taman Kesatuan Bangsa (TKB), Manado, pada hari ini, Senin (4/5/2026) merupakan momentum perayaan yang dilakukan untuk memperingati Hari Buruh yang jatuh pada tanggal 1 Mei.
Kehadiran Gubernur Sulut bersama wakil gubernur Sulut menjadi suatu bukti nyata dimana seorang pemimpin adalah mendengar berbagai aspirasi yang disampaikan oleh seluruh aliansi serikat buruh maupun organisasi buruh yang hadir dalam perayaan tersebut.
Pada pukul 08.00 WITA para serikat buruh berkumpul di titik kumpul, lalu kemudian bersama – sama menuju TKB untuk melakukan orasi sebagai bentuk aspirasi langsung terkait hari buruh tersebut.
Pada kesempatan tersebut berbagai aliansi buruh menyampaikan aspirasi maupun tuntutan. Berikut ini adalah beberapa poin yang menjadi tuntutan keras para buruh, yaitu :
1. Hapus Outsourcing
2. Perhatikan gaji para pembersih jalan, cleaning service dan para pekerja lainnya yang masih mendapatkan gaji di bawah UMP/UMK.
3. Tetap menjaga keharmonisan baik pemerintah provinsi dan pemerintah yang ada di Kabupaten/Kota.
4. Masih ada perusahaan yang tidak memberikan Tunjangan Hari Raya (THR).
5. Adanya kenaikan harga sembako dan barang – barang.
6. Berantas mafia solar.
7. Pemerintah segera mengesahkan undang – undang ketenagakerjaan sebagaimana putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 16 tahun 2003.
8. Segera merevisi Peraturan Menteri Ketenaga-kerjaan (Permenaker) nomor 1 tahun 2020 dan Permenaker nomor 33 tahun 2016.
8. Segera merevisi permenaker nomor 7 tahun 2006 tentang pekerjaan alih daya karena tidak mencerminkan kepastian kelangsungan pekerjaan pada alih daya, buruh pekerja dialihkan ke perusahaan outsourcing.
Terkait aspirasi maupun keluhan yang disampaikan oleh masing – masing aliansi serikat buruh, Gubernur menekankan komitmen tentang kesejahteraan. Dalam kesempatan tersebut Gubernur menegaskan bahwa suara buruh menjadi pegangan bagi pemerintah daerah untuk bertindak sebagai pengayom serta menjamin harmoni dan keadilan bagi para pekerja.
Gubernur berjanji akan menindaklanjuti keluhan terkait pelanggaran hak tenaga kerja, termasuk masalah upah dan pesangon, demi menciptakan iklim kerja yang adil.
Dan yang paling penting adalah tentang upah, melalui Staf Khusus Gubernur bidang Pemburuhan, Lucky M. Sanger menegaskan keberpihakan pemerintah untuk buruh melalui kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) Sulut 2026 menjadi sebesar Rp 4.002.630.
Perayaan may day ini, diperkirakan dihadiri sekitar 1.500 buruh, pada kegiatan ini juga diisi dengan berbagai aksi sosial seperti pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, pasar murah, serta pembagian sembako dan door prize bagi para pekerja yang hadir.
“Kepedulian pemerintah secara kusus dari Pak Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE terhadap buruh jelas mulai dari upah hingga hak dan kesejahteraan tentang buruh telah di sampaikan dan di tindak lanjuti sesuai tahapan dan kondisi,” pungkas Ketua Partai Buruh Sulawesi Utara, Lucky Sanger.(Lina)


Tinggalkan Balasan